USSTOCK.TODAY
Tutup Akhir Pekan
Masuk Daftar
Informasi Dasar

Shs Float

Jumlah saham beredar publik

Apa itu Shs Float (Jumlah Saham yang Beredar Bebas)?

Definisi Singkat: Shs Float (Shares Float, Jumlah Saham yang Beredar Bebas) adalah "jumlah saham yang benar-benar bisa diperjualbelikan dengan bebas di pasar". Angka ini diambil dari total saham yang diterbitkan, lalu dikurangi saham yang dimiliki orang dalam perusahaan (eksekutif, pemegang saham utama) dan saham yang terkunci (Locked-up Shares).

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Float, Public Float, Free Float. Di Korea istilah ini disebut Jumlah saham yang beredar (jumlah saham beredar), Jumlah saham yang dapat diperdagangkan (jumlah saham yang bisa diedarkan), atau Saham free float (free float).

Analoginya seperti kue utuh: bagian yang benar-benar ditaruh di piring dan bisa diambil orang lain adalah Float-nya. Saham yang dipegang CEO, saham yang dipegang investor strategis untuk jangka panjang, saham yang terkunci selama masa lock-up setelah IPO, semuanya tidak masuk ke pasar, jadi tidak dihitung dalam Float.

Float berpengaruh langsung pada pergerakan harga dan likuiditas saham. Saham dengan Float kecil bisa bergerak naik/turun sangat tajam meskipun hanya dengan volume perdagangan yang sedikit, sedangkan saham dengan Float besar relatif tidak banyak berubah meskipun ada transaksi besar. Khususnya pada fenomena Short Squeeze atau Meme Stock, ukuran Float memegang peran yang sangat menentukan.

Istilah Bahasa Inggris

Float, Shares Float, Public Float, Free Float, Floating Shares

Istilah Bahasa Korea

Jumlah saham yang beredar, jumlah saham yang diperdagangkan, Saham free float, jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan

Mengapa Kita Harus Memperhatikan Jumlah Saham yang Beredar Bebas?

Memprediksi Volatilitas Harga Saham

Saham dengan Float kecil gampang sekali mengalami ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, sehingga harganya bisa naik atau turun tajam. Pada saham yang hanya diedarkan 1 juta lembar, órdenes beli 100 ribu lembar sudah bisa bikin harga melompat jauh. Tapi pada saham yang diedarkan 1 miliar lembar, órdenes sebesar itu nyaris tidak berpengaruh.

Menilai Kemungkinan Short Squeeze

Kalau Short Interest (posisi short-selling yang masih terbuka) tinggi proporsinya terhadap Float, maka kemungkinan terjadi short squeeze makin besar. Kalau rasio Short Interest / Float sudah 20% ke atas, perlu waspada. Kalau sudah 50% ke atas, situasinya sangat berbahaya. Pada peristiwa GameStop (GME) tahun 2021, rasio ini sempat melampaui 100%.

Menilai Risiko Likuiditas

Saham dengan Float sangat kecil bisa jadi sulit untuk dibeli atau dijual pada harga yang Anda inginkan. Spread (selisih harga beli-jual) menjadi lebar sehingga biaya transaksi jadi mahal, dan kalau ada penjualan besar-besaran, harga bisa tertekan tajam. Investor institusional biasanya hanya mempertimbangkan saham yang Float-nya di atas ambang batas tertentu.

Mengetahui Proporsi Kepemilikan Orang Dalam

Kalau Float rendah dibanding total saham yang diterbitkan, artinya orang dalam perusahaan (eksekutif, pendiri, investor strategis) memegang banyak saham. Ini bisa jadi sinyal positif bahwa manajemen percaya pada masa depan perusahaan. Tapi di sisi lain, ada juga risiko yaitu membanjirnya volume penjualan besar saat masa lock-up berakhir.

Float vs Outstanding Shares: Perbedaan Utama

Shares Outstanding (Saham Beredar): Total seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Termasuk saham yang dipegang orang dalam, saham treasuri, saham yang terkunci, dan lain-lain. Dipakai untuk menghitung kapitalisasi pasar. (Kapitalisasi Pasar = Harga Saham × Shares Outstanding)

Shares Float (Saham Beredar Bebas): Shares Outstanding dikurangi dengan saham yang dipegang orang dalam, saham milik investor strategis, saham lock-up, dan saham treasuri. Hanya saham yang benar-benar bisa diperdagangkan di pasar.

Rumus: Float = Outstanding Shares − Insider Shares − Restricted Shares − Treasury Shares

Contoh Perbandingan Nyata:

Apple (AAPL) - Rasio Float Tinggi

Saham beredar: sekitar 15,3 miliar lembar / Float: sekitar 15,2 miliar lembar (rasio Float sekitar 99%). Kepemilikan orang dalam sangat kecil, sehingga hampir semua saham diperdagangkan di pasar. Likuiditasnya sangat melimpah, jadi transaksi besar dari institusi pun pengaruhnya terbatas terhadap harga.

Tesla (TSLA) - Rasio Float Menengah

Saham beredar: sekitar 3,2 miliar lembar / Float: sekitar 2,6 miliar lembar (rasio Float sekitar 81%). CEO Elon Musk memegang sekitar 13%, sehingga Float berkurang sebanyak itu. Salah satu alasan kenapa harga saham Tesla sensitif terhadap berita penjualan saham oleh Musk.

Saham Small-Cap / Pasca-IPO - Rasio Float Rendah

Perusahaan yang baru IPO biasanya berada di masa lock-up (sekitar 90–180 hari), di mana penjualan oleh orang dalam terbatas, sehingga Float hanya sekitar 10–30% dari total saham. Pada periode ini, pergerakan harga bisa sangat ekstrem walau volumenya kecil.

Penyebab Float Berubah

Lock-up Expiration (Berakhirnya Masa Lock-up)

Setelah 90–180 hari pasca-IPO, orang dalam sudah boleh menjual saham mereka. Saat itu Float meningkat tajam dan volumenya bisa membanjir ke pasar, sehingga memberikan tekanan turun pada harga. Tanggal berakhirnya lock-up adalah salah satu peristiwa terpenting bagi investor IPO.

Penjualan / Pembelian oleh Orang Dalam

Kalau eksekutif atau pemegang saham besar menjual sahamnya, Float bertambah. Kalau mereka membeli saham treasuri tambahan, Float berkurang. Transaksi ini wajib dilaporkan ke SEC (Form 4), sehingga bisa dicek oleh siapa saja. Penjualan besar oleh orang dalam dianggap sinyal negatif, sedangkan pembelian dianggap sinyal positif.

Share Buyback (Pembelian Kembali Saham)

Kalau perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar, maka baik Outstanding Shares maupun Float akan berkurang bersamaan. Apple misalnya, setiap tahun melakukan pembelian kembali saham senilai ratusan miliar dolar, sehingga jumlah sahamnya terus menyusut. Berkurangnya Float membuat nilai per saham yang tersisa menjadi lebih tinggi.

Penerbitan Saham Baru / Kompensasi Saham

Kalau ada penerbitan saham baru atau eksekusi opsi saham (stock option), Outstanding Shares akan bertambah, dan Float juga ikut bertambah. Fenomena ini disebut Dilusi (Dilution), di mana persentase kepemilikan pemegang saham lama menjadi berkurang. Hal ini sering terjadi pada perusahaan tahap awal pertumbuhan atau perusahaan bioteknologi.

Squeeze pada Low Float: Studi Kasus GameStop (GME)

Peristiwa GameStop (GME) pada Januari 2021 adalah peristiwa bersejarah yang menunjukkan ke seluruh dunia betapa pentingnya Float.

Situasi: Float GameStop hanya sekitar 50 juta lembar, tapi Short Interest (posisi short-selling yang masih terbuka) mencapai sekitar 70 juta lembar atau 140% dari Float. Ini berarti ada situasi ekstrem di mana saham yang di-shortselling lebih banyak daripada Float-nya.

Hasil: Ketika para investor ritel di komunitas Reddit (Reddit) melakukan pembelian secara bersamaan, tercipta permintaan yang meledak terhadap Float yang sangat kecil. Para investor yang melakukan short-selling terpaksa membeli saham (short covering) untuk membatasi kerugian, dan aksi beli ini menarik harga naik lagi, menciptakan reaksi berantai.

Pergerakan Harga: Harga saham 'shs-float' melonjak sekitar 28 kali lipat, dari 7 menjadi $483, lalu anjlok kembali ke kisaran $40-an. Ini adalah contoh nyata betapa kombinasi Low Float + High Short Interest bisa menciptakan pergerakan harga yang ekstrem.

Penerapan Praktis

Strategi 1: Low Float Momentum Trading

Pada saham dengan Float 10 juta lembar ke bawah, kalau ada kabar baik (kejutan kinerja, persetujuan FDA, dll.) potensi kenaikannya bisa sangat eksplosif. Tapi penurunan juga sama tajamnya, jadi pasang batas rugi (stop-loss) dan alokasikan hanya sebagian kecil dari total portofolio. Strategi ini cocok untuk trader berpengalaman.

Strategi 2: Memburu Kandidat Short Squeeze

Saham dengan rasio Short Interest / Float di atas 20% dan Float kecil adalah kandidat short squeeze. Kalau Days to Cover (posisi short dibagi volume harian rata-rata) di atas 5 hari, artinya posisi short-selling akan sulit ditutup dengan cepat, sehingga kemungkinan squeeze semakin tinggi. Manfaatkan filter Short Float di Finviz Screener.

Strategi 3: Trading Mengenai Peristiwa Lock-up Expiration IPO

Setelah IPO, pada tanggal berakhirnya lock-up (biasanya 90–180 hari kemudian) Float akan meningkat tajam sehingga ada tekanan turun jangka pendek pada harga. Anda bisa melepas sebagian posisi sebelum lock-up berakhir, atau membeli di area oversold setelah lock-up berakhir. Jadwal lock-up expiration bisa dicek di pengumuman SEC.

Strategi 4: Filter Likuiditas Berbasis Float

Investor jangka panjang sebaiknya memilih saham dengan Float yang cukup besar (minimal 50 juta lembar). Likuiditas yang tinggi membuat pembelian/penjualan menjadi lebih mudah pada harga yang diinginkan, dan institusi besar juga ikut berpartisipasi sehingga penemuan harga menjadi lebih efisien. Saham dengan Float terlalu kecil berisiko tidak mendapat harga yang diinginkan saat dijual.

Strategi 5: Diuntungkan dari Pembelian Kembali Saham + Float yang Menyusut

Perusahaan yang menjalankan program pembelian kembali saham dalam skala besar akan mengalami penyusutan Float secara berkelanjutan, sehingga nilai per saham ikut naik. Contohnya Apple (AAPL) dan Meta (META). Kalau skala pembelian kembali mencapai minimal 3% dari kapitalisasi pasar, dampaknya sudah cukup berarti bagi harga saham.

Indikator Terkait

Short Interest (Posisi Short-Selling)

Jumlah saham yang sedang di-shortselling saat ini. Semakin tinggi rasio Short Interest / Float, semakin besar kemungkinan terjadi short squeeze. Dipublikasikan setiap 2 minggu oleh FINRA, dan data real-time tersedia di layanan berbayar seperti Ortex.

Insider Ownership (Kepemilikan Orang Dalam)

Persentase saham yang dimiliki oleh eksekutif, direktur, dan pemegang saham yang memiliki 10% atau lebih. Bisa dihitung secara kasar sebagai Outstanding Shares − Float. Kalau kepemilikan orang dalam tinggi, itu bisa jadi sinyal positif bahwa manajemen kepentingannya selaras dengan pemegang saham, tapi ada juga risiko pada tata kelola perusahaan.

Institutional Ownership (Kepemilikan Institusi)

Persentase saham yang dimiliki oleh investor institusional seperti reksa dana, hedge fund, dan dana pensiun. Kalau kepemilikan institusi terhadap Float tinggi, maka saham yang benar-benar aktif diperdagangkan (True Float) bisa lebih sedikit. Kalau kepemilikan institusi di atas 80%, investor ritel mungkin akan mengalami likuiditas yang terbatas.

Average Volume (Volume Rata-Rata)

Bersama Float, ini adalah indikator penting dalam menilai likuiditas. Kalau volume harian rata-rata terhadap Float (Float Turnover) tinggi, berarti saham tersebut aktif diperdagangkan. Kalau rendah, likuiditasnya kurang. Float Turnover = Volume Harian Rata-Rata / Float.

Hal yang Perlu Diperhatikan

1. Pahami Dua Sisi dari Saham Low Float

Saham dengan Float kecil punya potensi kenaikan tajam, tapi juga risiko penurunan yang sama besarnya. Ada saham yang naik 1.000%, tapi tak sedikit pula yang anjlok 50–70% dalam sehari. Untuk investasi di saham Low Float, alokasikan hanya sebagian kecil dari total portofolio (maksimal 5%).

2. Perhatikan Akurasi Data Float

Setiap penyedia data finansial punya cara hitung Float yang sedikit berbeda. Misalnya, kepemilikan institusional apakah dihitung sebagai bagian dari Float atau tidak, berbeda-beda standarnya. Jadi angka Float yang ditampilkan di Yahoo Finance, Finviz, Bloomberg bisa sedikit berbeda. Gunakan satu sumber secara konsisten.

3. Periksa Risiko Dilusi

Kalau ada eksekusi opsi saham, obligasi konversi (CB), atau waran, jumlah saham akan bertambah dan Float juga ikut bertambah. Hal ini sering terjadi pada perusahaan bioteknologi kecil atau SPAC. Cek juga Fully Diluted Shares untuk memprediksi potensi kenaikan Float di masa depan.

4. Jangan Ambil Keputusan Investasi Hanya Berdasarkan Float

Float hanyalah indikator tambahan untuk menilai volatilitas dan likuiditas saham. Setelah menganalisis secara menyeluruh fundamental perusahaan (pendapatan, laba, tingkat pertumbuhan), valuasi (P/E, EV/EBITDA), dan prospek industri, baru gunakan informasi Float untuk menentukan waktu trading dan ukuran posisi.

5. Risiko Low Float Semakin Membesar di Perdagangan Luar Jam Pasar

Pada sesi premarket dan after market, volume perdagangan turun menjadi kurang dari sepersepuluh sesi reguler. Saham yang sudah memiliki Float rendah, di luar jam pasar bisa mengalami pergerakan harga yang ekstrem dan sulit untuk diisi pada harga yang diinginkan. Sebisa mungkin, perdagangkan saham Low Float hanya pada jam pasar reguler.

Checklist Investasi

Apakah Anda sudah memeriksa rasio Float terhadap Outstanding Shares saham tersebut?

Apakah rasio Short Interest / Float sudah di level berbahaya (20% atau lebih)?

Kalau ini saham IPO, sudahkah Anda mengecek tanggal berakhirnya lock-up?

Sudahkah Anda mengecek tren jual/beli orang dalam (Form 4)?

Kalau saham ini termasuk Low Float, apakah ukuran posisi Anda sudah dibatasi dengan tepat?

Apakah volume harian rata-rata terhadap Float (likuiditas) cukup memadai?

Sudahkah Anda mengecek potensi dilusi saham (opsi saham, obligasi konversi, dll.)?

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q. Apakah saham dengan Float kecil pasti berisiko?

A. Tidak selalu. Founder atau manajemen yang memegang banyak saham bisa jadi merupakan bentuk keyakinan terhadap perusahaan. Hanya saja karena volatilitasnya tinggi, sebaiknya ukuran posisi dibuat kecil dan batas rugi (stop-loss) harus jelas. Kalau Anda investor jangka panjang, investasikan pada tingkat yang masih bisa Anda tanggung fluktuasinya.

Q. Apa hubungan antara Float dan Volume?

A. Volume adalah jumlah saham yang benar-benar diperdagangkan dalam satu hari, sedangkan Float adalah total saham yang bisa diperdagangkan. Kalau rasio Volume / Float (Turnover Rate) tinggi, artinya saham tersebut aktif diperdagangkan. Saat harganya naik drastis, ada kalanya Volume melebihi Float, yang berarti saham yang sama berpindah tangan beberapa kali dalam sehari.

Q. Di mana saya bisa melihat informasi Float?

A. Di Finviz.com, Anda bisa mencari saham dan melihat kolom Float. Informasi Float juga tersedia di tab Statistics Yahoo Finance. Di halaman detail saham USStockToday juga tersedia data Float. Pada Finviz Screener, Anda bisa memfilter berdasarkan rentang Float untuk menemukan saham Low Float dengan efisien.

Q. Syarat apa yang dibutuhkan agar short squeeze bisa terjadi?

A. Ada tiga syarat utama short squeeze. Pertama, rasio Short Interest / Float tinggi (minimal 20%). Kedua, Float-nya sendiri kecil. Ketiga, ada pemicu pembelian (berita bagus, aksi beli kolektif dari komunitas, dll.). Kalau ketiganya bertemu, pembelian paksa oleh pihak yang melakukan short-selling (short covering) akan terjadi secara berantai dan menghasilkan lonjakan harga yang eksplosif.

Klasifikasi dan Karakteristik Berdasarkan Ukuran Float

Sangat Mikroskopis: di bawah 1 juta lembar (Nano Float)

Saham-saham dengan volatilitas paling ekstrem. Kebanyakan dari saham-saham yang sehari bisa naik 100–500%, yang sering disebut "saham roket". Ini adalah wilayah trader jangka pendek, kurang cocok untuk investasi jangka panjang. Spread (selisih harga beli-jual) sangat lebar sehingga biaya transaksi tinggi, dan penggunaan market order bisa membuat Anda terisi pada harga yang sangat berbeda dari yang diharapkan. Gunakan selalu limit order.

Float Rendah: 1–10 juta lembar (Low Float)

Pada kabar baik, saham di kategori ini bisa naik 20–100%, dan banyak dari mereka yang menjadi kandidat short squeeze. Banyak ditemukan di saham bioteknologi kecil dan perusahaan IPO terbaru. Volatilitasnya besar tapi lebih likuid dibanding nano float, sehingga masuk dan keluar posisi relatif lebih mudah. Batasi alokasi maksimal 5–10% dari portofolio.

Float Menengah: 10–500 juta lembar (Medium Float)

Sebagian besar saham small-mid cap (kapitalisasi kecil-menengah) masuk kategori ini, dengan likuiditas dan volatilitas yang cukup seimbang. Area yang cocok bagi investor ritel untuk berpartisipasi bersama investor institusional.

Float Besar: 500 juta lembar atau lebih (Large Float)

Saham-saham besar seperti Apple, Microsoft termasuk di sini. Likuiditas melimpah, spread sangat sempit sehingga biaya transaksi minimal. Transaksi ritel hampir tidak berpengaruh pada harga, dan ini adalah lingkungan likuiditas yang paling cocok untuk investasi jangka panjang.

Catatan untuk Investor Korea

Perbedaan Korea dan Amerika: Di pasar saham Korea, istilah yang lebih sering dipakai bukan jumlah saham yang bisa diedarkan, melainkan rasio sirkulasi (circulation ratio). Di AS, informasi Float dapat diakses dengan mudah dan gratis, sedangkan di Korea seringkali harus memperkirakan jumlah saham yang diedarkan secara tidak langsung melalui proporsi kepemilikan pemegang saham utama.

Perhatian pada Perdagangan Luar Jam Pasar: Kalau investor Korea memperdagangkan saham Low Float di sesi luar jam pasar AS, likuiditas yang sudah rendah akan makin buruk sehingga slippage (selisih antara harga yang diinginkan dengan harga yang terealisasi) bisa sangat besar. Sebisa mungkin bertransaksi pada jam pasar reguler.

Perhatian pada Meme Stock: Meme stock seperti GameStop dan AMC kebanyakan memiliki karakteristik Low Float + High Short Interest. Di Korea juga banyak investor yang antusias pada saham-saham semacam ini, tapi volatilitasnya yang ekstrem bisa menyebabkan kerugian besar. Jangan pernah menginvestasikan uang kebutuhan pokok atau uang utang.

Efisiensi Pajak: Trading jangka pendek pada saham Low Float yang sering merealisasikan capital gain akan membebani Anda dengan pajak yang besar. Keuntungan modal yang melebihi batas pengurangan tahunan 2,5 juta won dikenai pajak 22%. Selalu pertimbangkan pajak dalam menghitung imbal hasil strategi trading jangka pendek Anda.